Posisi menyusui yang baik dan benar - bundafarras

Posisi menyusui yang baik dan benar

6 bulan yang lalu      ibu hamil dan menyusui

POSISI MEYUSUI YANG BAIK DAN BENAR

Banyak ibu mengeluhkan ASI-nya belum keluar setelah proses persalinan sehingga khawatir bayinya akan “kelaparan” kalau tak segera mendapat susu. Jangan khawatir, Bu, hal ini bisa diatasi dengan terus mencoba membiarkan bayi mengisap puting susu ibu. Dengan terus dirangsang, ASI akan segera keluar. Semakin cepat ASI diberikan, semakin baik, bahkan saat ini digalakkan program inisiasi menyusu dini (IMD), yakni sesaat setelah dilahirkan bayi dibiarkan mencari puting susu ibu sendiri secara alamiah. ASI pertama yang keluar setelah melahirkan disebut kolostrum yang berwarna bening kekuningan. Kolostrum kaya nutrisi serta antibodi yang sangat bermanfaat untuk melindungi bayi dari infeksi. Telah banyak penelitian yang membuktikan, ASI adalah makanan paling sempurna dan sesuai untuk kebutuhan bayi. Kandungan ASI paling mudah diserap dan dicerna oleh bayi sehingga terhindar dari konstipasi. ASI juga mencegah karies karena mengandung mineral selenium. ASI menurunkan risiko penyakit jantung setelah dewasa dan terbukti bayi ASI memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi ketimbang yang tidak mendapatkannya. Tak hanya untuk bayi, bagi ibu, ASI juga memberi banyak manfaat seperti mengurangi risiko perdarahan setelah persalinan, membantu mengecilkan rahim, dan mencegah terjadinya kanker payudara. Yang terpenting, melalui pemberian ASI, bonding atau ikatan antara ibu dan bayi akan terjalin kuat.

POSISI NYAMAN Saat menyusui, ibu perlu mencari posisi senyaman mungkin. Posisi yang nyaman akan mendukung pemberian ASI secara maksimal.

Bayi menghadap ibu, ujung hidung dan dagu bayi menyentuh payudara. Kemudian, dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk, pegang daerah areola (area sekitar puting yang berwarna gelap), sentuhkan mulut bayi dengan puting susu hingga terbuka. Selanjutnya, masukkan puting susu ke mulut bayi, hingga sebagian besar areola masuk dalam mulut bayi.

Posisi yang benar membuat ibu tidak merasa kesakitan lantaran puting susunya “tergigit” dan bayi pun mengisap dengan cara yang benar. Setelah selesai, tekan kelingking secara lembut ke mulut bayi supaya terbuka, keluarkan puting susu perlahan, ganti dengan payudara satunya.

Prinsipnya, pemberian ASI adalah on demand; artinya, kapan pun bayi menginginkan, diharapkan ibu bisa memberikannya. Rata-rata sebelum 6 minggu pemberian ASI bisa 6—10 kali/hari dan lamanya menyusu sekitar 20—40 menit. Namun, jangan jadikan angka ini sebagai patokan karena masing-masing bayi mempunyai karakteristik yang berbeda. Ada bayi yang minum ASI-nya lama, ada juga yang sebentar tetapi sering. Usai menyusui jangan lupa menyendawakannya.

POSISI YANG DISARANKAN

Beberapa posisi yang disarankan saat menyusui antara lain:

• Berbaring - Posisi ini membuat ibu bisa beristirahat. - Paling tepat setelah operasi sesar. - Jaga agar hidung bayi tetap di depan puting ibu, bayi tidak perlu menolehkan lehernya untuk mencapai payudara.

• Posisi Cradle - Lengan bawah bayi di samping ibu, tidak berada di antara dada bayi dan ibu. - Jaga agar kepala bayi tidak terlalu jauh masuk ke dalam siku ibu, sehingga payudara tertarik ke satu arah. Ini menyebabkan bayi sulit untuk tetap melekat.

• Posisi Silang (Cross Arm Position) - Posisi ini tepat untuk bayi kecil atau bayi sedang sakit, karena ibu bisa mengontrol kepala dan tubuh bayi yang sedang belajar menyusu. - Jangan pegang kepala bayi terlalu kuat sehingga membuatnya sulit bergerak.




Komentar Artikel "Posisi menyusui yang baik dan benar"